
Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) menjadi media ideal untuk menyiapkan mahasiswa baru melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri, serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan yang baru dan memberikan bekal untuk keberhasilanya menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Sejalan dengan hal itu, Universitas Setia Budi (USB) Surakarta menggelar PKKMB tahun 2026 diawali dengan Sidang Terbuka Senat Akademik dengan acara tunggal Penerimaan Mahasiswa Baru Strata-I, Diploma-III, dan Diploma-IV Tahun Akademik 2026/2027 di Sasana Krida Kusuma Gedung Wanita, Jl. Menteri Supeno No. 1, Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta pada Senin (31/8/2026).
Usai Sidang Terbuka Senat Akademik, rangkaian proses PKKMB dilanjutkan dengan pemberian kuliah umum oleh Wakil Rektor I USB, Dr. Dra. Peni Pujiastuti, M.Si.,. Ia menyampaikan materi tentang Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia dan Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri. Mahasiswa baru diajak mengenal sistem pendidikan tinggi di Indonesia yang diharapkan mampu mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, responsif, terampil dan berdaya saing dan kooperatif sehingga menjadi manusia Indonesia yang taqwa, cerdas, dan terampil.
Pada kesempatan tersebut, Dosen D3 Analis Kimia itu juga memberikan pengetahuan kepada mahasiwa baru terkait proses belajar mengajar di USB, termasuk pengenalan kurikulum program studi, pengenalan nilai budaya, etika, dan tata krama. Di akhir paparannya, ia menegaskan agar mahasiswa baru bisa memanajemen dirinya sendiri agar bisa lulus kuliah tepat waktu. “ Tidak meremahkan ‘Mr Jam’, selalu membawa buku kecil berisi schedule, membuat skala prioritas dan selalu berkoordinasi.” pesannya.

Selanjutnya kuliah umum dilanjutkan materi tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PKKPT) Universitas Setia Budi oleh Satgas PPKPT USB, Yustinus Joko Dwi Nugroho, S.Psi. Dalam materi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Materi juga menekan kan pentingnya kemampuan civitas akademika USB untuk mencegah kekerasan, melaporkan kekerasan yang dialami atau diketahui, serta mencari dan mendapatkan bantuan ketika menghadapi kekerasan.
Pembekalan tersebut menjadi penting dalam membangun lingkungan perguruan tingggi yang menjunjung prinsip non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi korban, keadilan dan kesetaran gender, kesetaraan hak dan aksebilitas bagi penyandang disabilitas, akuntabilitas dan kehati-hatian. Mahasiswa baru juga mendapat pemahaman tentang jenis-jenis kekerasan, dampak kekerasan, dan proses pengaduan.
Rangkaian kuliah umum dilanjutkan dengan materi Pengembangan Mental dan Karakter Mahasiswa serta Sosialisasi Layanan Konseling yang disampaikan oleh Dr. Rosita Yuniati, S.Psi., M.Psi, Dosen Program Studi S1 Psikologi USB. Materi tersebut mengajak mahasiswa untuk memahami pentingnya kematangan diri dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Kematangan diri tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan menghadapi segala sesuatu secara mandiri, tetapi juga melalui kemampuan mengenali kapasitas diri dan mengetahui kapan harus mencari bantuan. Materi tersebut juga memperkenalkan layanan konseling sebagai salah satu bentuk dukungan bagi mahasiswa selama menjalani proses pendidikan di USB. Penguatan mental dan karakter mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) pon 3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Secara keseluruhan rangkaian kuliah umum tersebut menjadi bagian dari komitmen USB dalam mendukung SDGs 4 yakni Pendidikan Berkualitas. Pendidikan berkualitas tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga mencakup pengembangan keterampilan, karakter, kemampuan adaptasi, dan terciptanya lingkungan belajar yang aman dan inklusif.

INDONESIA
ENGLISH