
Patria Mukti, S.Psi., M.Si., dosen Fakultas Psikologi Universitas Setia Budi (USB) Surakarta, resmi meraih gelar Doktor Psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) serta mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka yang diselenggarakan pada Selasa (14/7/2026). Dalam ujian terbuka tersebut, Patria mempertahankan disertasi berjudul: “Model Employee Well-Being Pada Pegawai Sektor Pertambangan Batubara dengan Work Family Enrichment, Work Family Conflict Self-Efficacy sebagai Anteseden dan Meaning of Work sebagai Mediator”. Penelitian ini mengkaji peran mediasi meaning of work dalam hubungan antara work-family enrichment, work-family conflict self-efficacy, dan employee well-being pada pegawai sektor pertambangan batubara.
Perlu diketahui bahwa employee well-being diakui sebagai komponen fundamental dari kinerja yang berkelanjutan, khususnya dalam industri berisiko tinggi seperti pertambangan batubara. Karyawan di sektor pertambangan batubara menghadapi kondisi kerja yang menuntut yang ditandai dengan jam kerja panjang, lingkungan berisiko tinggi, serta keterbatasan untuk berinteraksi dengan keluarga. Sifat pekerjaan pertambangan yang berbahaya serta kondisi kerja yang melelahkan secara fisik dan psikologis dapat berdampak negatif terhadap kondisi psikologis karyawan yang berpotensi menyebabkan ketidakamanan psikologis.
Bertindak sebagai promotor yaitu Prof. Ir. Joniarto Parung, M.M.B.A.T., Ph.D, dan Ko-promotor yaitu Dr. Artiawati, M.App. Psych., Psikolog. Selanjutnya tim penguji yaitu Dr. Aniva Kartika, S.Psi., M.A., Psikolog, Prof. Dr. Yusti Probowati Rahayu, Psikolog, Anindito Aditomo, S.Psi., M.Phil., Ph.D, Dr. Frikson Christian Sinambela, S.Psi., MT., Psikolog, dan Drs. IJK Sito Meiyanto, Ph. D. Dalam disertasinya, Patria menguji model work-family enrichment, family-work enrichment, work-family conflict self-efficacy, dan family-work conflict self-efficacy dengan employee well-being pada pegawai sektor pertambangan batubara, dengan meaning of work sebagai mediator, serta melihat kesesuaian model yang diajukan dengan data empirik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui Structural Equation Modeling (SEM).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa work–family enrichment dan meaning of work memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap employee well-being, sementara work–family conflict self-efficacy memengaruhi employee well-being secara tidak langsung melalui meaning of work. Lebih lanjut, meaning of work berperan sebagai mediator penuh dalam hubungan antara work–family conflict self-efficacy dan employee well-being, serta sebagai mediator parsial dalam hubungan antara work–family enrichment dan employee well-being.
“Temuan ini menunjukkan bahwa employee well-being tidak hanya dibentuk oleh sumber daya psikologis yang berasal dari pengalaman kerja dan keluarga, tetapi juga oleh kapasitas karyawan dalam memaknai pekerjaannya. Dengan demikian, meaning of work berfungsi sebagai mekanisme psikologis inti yang mentransformasikan self-efficacy dan enrichment menjadi employee well-being yang berkelanjutan dalam konteks pekerjaan di sektor pertambangan batubara,” jelasnya.
Melalui temuan tersebut, Patria mengusulkan untuk mempertimbangkan perkembangan konteks kerja modern dalam Psikologi Industri dan Organisasi, khususnya kemajuan teknologi dan praktik manajemen. Selain itu, ia menyarankan kepada pihak manajemen untuk merancang kebijakan kerja yang mampu meningkatkan pengalaman kerja positif, rasa kontribusi, serta tujuan kerja yang jelas.
“Pimpinan organisasi juga perlu mengkomunikasikan makna dan kontribusi sosial pekerjaan pertambangan, memberikan apresiasi terhadap kinerja pegawai, serta menyediakan jalur pengembangan karir yang jelas untuk memperkuat meaning of work,” tandasnya.

INDONESIA
ENGLISH