PKMD 2026 Prodi D3 Analis Kesehatan USB Perkuat Edukasi dan Pencegahan Penyakit Tropis di Masyarakat

Surakarta, 11 Agustus 2026, Program Studi D3 Analis Kesehatan Universitas Setia Budi (USB) kembali menunjukkan kontribusinya bagi masyarakat melalui Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) 2026 yang dilaksanakan pada 10 Agustus 2026. Mengangkat isu penyakit tropis dan penyakit menular, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi akademik sekaligus meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi, pencegahan, dan deteksi dini.

Sebanyak 19 mahasiswa yang terbagi dalam tiga kelompok melaksanakan kegiatan di Kelurahan Mangkubumen dan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, serta Kelurahan Klodran, Kecamatan Colomadu. Masing-masing kelompok mengangkat tema berbeda dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan pengetahuan, kewaspadaan, dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular serta pentingnya pencegahan dan pemeriksaan dini.

Kelompok 1 mengusung tema “Penyuluhan dan Pencegahan Dini Penyakit Demam Berdarah” di Kelurahan Mangkubumen. Edukasi difokuskan pada pengenalan tanda dan gejala DBD, faktor risiko, serta langkah pencegahan, termasuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Masyarakat diajak untuk tidak hanya mengenali gejala sejak dini, tetapi juga berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Kelompok 2 melaksanakan edukasi bertema “Kenali Gejala TBC, Periksa Dini, Obati Hingga Tuntas” di Kelurahan Klodran. Kegiatan menekankan pentingnya mengenali gejala TBC, segera melakukan pemeriksaan, serta menjalani pengobatan secara tuntas. Mahasiswa juga memperkenalkan pentingnya pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari proses deteksi dan pengendalian penyakit, sehingga masyarakat tidak menunggu kondisi menjadi lebih berat untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan.


Sementara itu, Kelompok 3 mengangkat tema “CEGAH (Cermati Gejala, Galakkan Hidup Bersih, Hindari Leptospirosis)” di Kelurahan Kadipiro. Melalui tema tersebut, masyarakat diajak mengenali gejala dan faktor risiko leptospirosis, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menghindari paparan lingkungan yang berpotensi meningkatkan risiko penularan.

Ketiga kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa upaya pencegahan penyakit tidak hanya membutuhkan pengetahuan medis, tetapi juga kesadaran, perubahan perilaku, kebersihan lingkungan, dan keterlibatan aktif masyarakat.

PKMD 2026 memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu di tengah masyarakat. Selain mengembangkan kemampuan teknis, mahasiswa dilatih berkomunikasi, menyampaikan informasi kesehatan secara tepat, memahami permasalahan kesehatan lingkungan, serta mendorong masyarakat mengambil langkah preventif dan melakukan pemeriksaan secara tepat waktu.

Kegiatan ini juga memperkuat pemahaman mengenai peran pemeriksaan laboratorium dalam mendukung deteksi dini penyakit. Bagi mahasiswa D3 Analis Kesehatan, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam memahami bahwa kompetensi tenaga laboratorium medik tidak hanya berkaitan dengan keterampilan pemeriksaan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam upaya promotif, preventif, dan pengendalian penyakit di masyarakat.

Pemilihan tema DBD, TBC, dan leptospirosis sejalan dengan visi Program Studi D3 Analis Kesehatan Universitas Setia Budi untuk unggul dalam bidang pemeriksaan penyakit tropis. Ketiga isu tersebut memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif, mulai dari pemahaman penyakit, faktor risiko, pencegahan, deteksi dini, pemeriksaan laboratorium, hingga edukasi dan keterlibatan masyarakat.

Ketua Program Studi D3 Analis Kesehatan USB, Rumeyda Chitra Puspita, S.ST., MPH, menyampaikan bahwa PKMD merupakan bentuk nyata pembelajaran yang menghubungkan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat.


“Kami ingin mahasiswa tidak hanya terampil dalam melakukan pemeriksaan laboratorium, tetapi juga memahami bagaimana kompetensi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Penyakit seperti DBD, TBC, dan leptospirosis membutuhkan kewaspadaan, deteksi dini, serta upaya pencegahan yang melibatkan masyarakat. Karena itu, PKMD menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi nyata.”

Melalui PKMD 2026, Program Studi D3 Analis Kesehatan Universitas Setia Budi terus memperkuat sinergi antara pendidikan, kompetensi laboratorium, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, tetapi juga membentuk lulusan yang kompeten, komunikatif, peduli, dan mampu berkontribusi dalam pencegahan, deteksi dini, serta pengendalian penyakit tropis berbasis masyarakat.